Hello

Selasa, 08 Maret 2011

Sejarah Universitas Gunadarma


Selain budi atau akhlak, manusia masih memerlukan sejumlah hajat untuk dapat hidup layak di dunia ini. Manusia memerlukan makanan dan minuman, kesehatan dan kebersihan, pakaian dan keindahan, hunian dan pemukiman, transportasi dan komunikasi, serta budi bahasa dan pendidikan. Dari waktu ke waktu, hajat hidup ini memerlukan standar baru sesuai dengan perkembangan zaman. Acuan dari standar ini selalu berpatokan kepada martabat menusia, sehingga dalam batas kemungkinan, manusia terus berusaha untuk mempertinggi martabat kemanusiaan di bumi ini.
Tanpa mengurangi perhatian kita kepada kepentingan berbagai hajat lainnya di dalam hidup ini, disini kita mencoba melihat satu saja di berbagai hajat hidup itu. Kita melihat hajat hidup yang berbentuk pendidikan. Kita menelaah bagaimana pendidikan ini berkaitan dengan perkembangan kehidupan di dalam masyarakat. Dan kita mencatat pula sebagai hal yang mempengaruhi pendidikan beserta standar didalam pendidikan itu.
Standar baru di dalam pendidikan selalu menuntut adanya perubahan di dalam pendidikan. Perubahan itu dapat saja muncul dalam berbagai wujud. Adakalanya, perubahan itu muncul dalam bentuk perubahan sistem. Ada kalanya pula, perubahan itu tiba dalam bentuk bahan pelajaran baru. Perpaduan diantara berbagai perubahan di dalam pendidikan membawa pendidikan kita ke dalam kegiatan yang selalu dinamik. Dan bersama dinamika itu, pendidikan kita berusaha untuk berkembang bersama dengan semua hajat yang ada di dalam hidup manusia.
Dalam batas tertentu, standar baru pada pendidikan berkaitan pula dengan keadaan hidup di dalam masyarakat. Pada waktunya, pendidikan menyesuaikan diri kepada keadaan masyarakatnya. Dan saatnya pula, pendidikan menjadi perintis bagi perubahan didalam masyarakat. Kaitan diantara pendidikan dan masyarakat ini bersumber pada hakekat hidup. Dan hakekat hidup itu selalu menuntut agar kaitan demikian dapat membuat seluruh hajat hidup manusia menjadi satu sistem yang utuh.
Bagi kelompok manusia, kata abstrak yang memadukan pendidikan dan masyarakat ini perlu dieja ke dalam bentuk yang kasatmata. Dalam pengejaan seperti inilah, mereka menyaksikan berbagai perkembangan masyarakat dalam wujudnya yang nyata. Dan bersamaan dengan itu, mereka melihat juga pendidikan di dalam bentuknya yang sejati.
Kelompok manusia yang kebetulan berfungsi sebagai pendidik itu, melihat betapa pesatnya suatu era baru menyingsing di dalam masyarakat kita. melalui luapan alat yang berwujud komputer, komunikasi di dalam masyarakat mengenai dimensi baru. Masyarakat kita memerlukan data dan informasi melalui standar baru. Data mulai diolah dengan kecermatan dan kecepatan yang tinggi. Informasi yang biasanya terletak di luar jangkauan olah mulai masuk ke dalam jangkauan olah. Dan bersama itu, masyarakat mulai menyadari kenyataan bahwa era baru telah muncul di dalam hidup mereka.
Dalam rangka inilah, kelompok manusia pendidik itu mulai melihat suatu kenyataan baru. Melalui kaitan diantara masyarakat dan pendidikan, standar baru didalam masyarakat perlu diimbangi pula oleh standar baru pendidikan. Kalau masyarakat telah memasuki era baru dengan menerima kehadiran komputer, maka pada tempatnyalah kalau pendidikan mulai pula merintis pengetahuan tentang komputer itu. Dan bersama itu, pendidikan komputer merupakan salah satu standar baru di dalam dinamika pendidikan zaman sekarang.
Segera pula kelompok manusia pendidik itu mengambil tindakan kasat mata. Pada hari Jumat tanggal 7 Agustus 1981, mereka membuka pendidikan komputer dengan nama Program Pendidikan Ilmu Komputer (PPIK) yang menampung 91 orang mahasiswa. Dan pada hari Senin, tanggal 10 Agustus 1981, kuliah pertamapun dimulai. Kuliah inipun berkembang sehingga menuntut suatu wadah yang lebih mantap. Melalui asuhan Yayasan Pengembangan Sistem Analisis dan Operation Research Matematika (SAOR Matematika), wadah pendidikan itu berubah menjadi Akademi Sains dan Komputer Indonesia (ASKI). Sejak itu meluncurlah suatu kegiatan untuk membangkitkan standar baru di dalam pendidikan. Kegiatan itu berbentuk pendidikan ilmu komputer dan matematika.
Pendidikan komputer dan matematika inipun kemudian dimantapkan lagi ke dalam wadah yang lebih tinggi yakni wadah yang berbentuk akademik ke wadah yang berbentuk sekolah tinggi. Pada hari Kamis, tanggal 21 Juni 1984, nama Gunadarma dipilih untuk menjadikan nama dari sekolah tinggi itu. Pada hari Senin, tanggal 9 Juli 1984, Yayasan Pengembangan Sistem Analis dan Operation Research Matematika diganti menjadi Yayasan Pendidikan Gunadarma. Sehari kemudian, pada hari Selasa, Tanggal 10 Juli 1984, melalui Surat Keputusan Yayasan Pendidikan Gunadarma, secara resmi nama Gunadarma dikukuhkan ke dalam sekolah tinggi itu menjadi Sekolah Tinggi Komputer Gunadarma (STKG). Bersama itu, sejak dari tanggal 7 Agustus 1981 melewati tonggak tanggal 21 Juni 1984, tanggal 9 Juli 1994, serta tanggal 10 Juli 1994, satu kurun sejarah telah mengantar pendidikan komputer pada Sekolah Tinggi Komputer Gunadarma ke kurun sejarah berikutnya.
Pemantapan ini kemudian dikukuhkan lagi melalui keputusan yang dirintis oleh Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah III. Pada hari Selasa, tanggal 14 Agustus 1984, Kopertis III memberikan izin operasional kepada STKG. Untuk membangkitkan semangat belajar yang lebih tinggi di kalangan mahasiswa, pada hari Jumat, tanggal 28 September 1984, diselenggarakanlah oleh Gunadarma upacara wisuda pertama setara sarjana muda, untuk diulangi lagi pada hari Selasa, tanggal 24 September 1985, dan pada hari Jumat, tanggal 26 September 1986. Sampai disini, kita mulai melihat STKG ini berkembang diberbagai dimensi serta bersama itu, kita melihat perkembangan itu dari dimensi ke dimensi.
Dimensi pertama adalah dimensi program pendidikan. Pada dimensi ini, STKG mulai memproleh kemajuan yang cukup pesat. Pada hari Sabtu, tanggal 5 Oktober 1985, melalui Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0424/0/1985, sekolah tinggi ini dinyatakan berstatus Terdaftar dengan nama baru Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Gunadarma (STMIK Gunadarma). Bersamaan dengan itu, STKG berubah menjadi STMIK Gunadarma secara lebih rinci lagi, di dalam status Terdaftarnya itu, Gunadarma dapat mengasuh dua Jenjang Pendidikan yakni Jenjang Pendidikan Tinggi Strata Satu (S1) serta Jenjang Pendidikan Tinggi Strata Nol (S0) dalam bentuk Diploma Tiga (D3).
Bersama status itu, Sekolah Tinggi ini mengasuh dua Jurusan yakni Jurusan Manajemen Informatika (MI) dan Jurusan Teknik Komputer (TK). Setiap Jurusan memiliki satu Program Studi yang memiliki nama yang sama dengan Jurusannya itu. Demikianlah pada Manajemen Informatika untuk Jenjang S1 dan D3 serta pada Jurusan Teknik Komputer terdapat Program Studi Teknik Komputer untuk Jenjang S1 dan D3. Dan sebagai pemantapan lebih lanjut, pada hari Selasa, tanggal 29 Juli 1986, STMIK Gunadarma memperoleh Statuta baru dari Yayasan Pendidikan Gunadarma.
Pada hari Selasa, tanggal 13 Januari 1987, untuk pertama kali, STMIK Gunadarma menyelenggarakan Sidang Sarjana yang diikuti oleh tiga mahasiswa. Sidang Ujian untuk tiga mahasiswa berikutnya, diselenggarakan pada hari Jumat, tanggal 16 Januari 1987 dan Sidang Ujian ketiga yang diikuti oleh empat mahasiswa diselenggarakan pada hari Rabu, tanggal 21 Januari 1987. Kalau pada tahun 1984, 1985 dan 1986, Perguruan Tinggi ini hanya dapat menyelenggarakan Wisuda setara Sarjana Muda, maka pada tahun 1987 ini, STMIK Gunadarma telah mampu menyelenggarakan wisuda sesungguhnya. Demikianlah pada hari Sabtu, tanggal 24 Januari 1987, STMIK Gunadarma menyelenggarakan Wisuda Sarjana yang pertama.
Untuk mengukukan Ujian Sarjana itu, maka mulai hari Selasa tanggal 16 Juni 1987, untuk pertama kalinya, STMIK Gunadarma menyelenggarakan Ujian Negara Cicilan (UNC). UNC pertama ini berlangsung dalam Status Terdaftar. Sejak itu, terjadilah maraton diantara sidang Ujian Sarjana, Ujian Negara Cicilan, dan Wisuda. Gabungan dari semua unsur itu menghasilkan Sarjana Manajemen Informatika dan Sarjana Teknik Komputer, lulusan STMIK Gunadarma yang terus bercurahan ke dalam masyarakat.
Sidang Ujian Sarjana ke-4, ke-5 dan ke-6, berlangsung pada hari Selasa tanggal 29 September 1987, pada hari Selasa, tanggal 6 Oktober 1987, pada hari Jumat, tanggal 9 Oktober 1987. Dan Sidang Ujian Sarjana inipun terus berlangsung hinggga pada bulan September 1994, STMIK Gunadarma telah melampui sidangnya yang ke-150. Ujian Negara Cicilan ke-2, ke-3, ke-4, berlangsung mulai hari Senin tanggal 1 November 1987, mulai hari Senin tanggal 20 Juni 1988, mulai hari Senin tanggal 12 Desember 1988. Dan Ujian Negara Cicilan inipun terus berlangsung pada setiap semester sampai sekarang ini. Wisuda sarjana ke-2, ke-3, ke-4, berlangsung pada hari Selasa tanggal 16 Februari 1988, pada hari Sabtu tanggal 21 Januari 1989, pada hari Sabtu tanggal 17 Februari 1990. Dan demikianlah, wisuda terus berlangsung, dari setahun sekali menjadi setahun dua kali.
Kemajuan di dimensi program ini tidak hanya sampai disitu. Pada hari Senin tanggal 4 Januari 1988, melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaaan No.006/O/1988, Status Terdaftar STMIK Gunadarma Program Studi Manajemen Informatika dan Program Studi Teknik Komputer dinaikkan menjadi Status Diakui. Dan sekali lagi pada hari Sabtu tanggal 12 Agustus 1989 melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0490/O/1989, Status kedua Program Studi itu dinaikkan lagi menjadi Status Disamakan.
Pengembangan Program Pendidikan terus berlanjut sehingga pada hari Selasa tanggal 4 Juli 1989, STMIK Gunadarma membuka lagi Jurusan baru yakni Jurusan Teknik Informatika (TI) dengan program studi Teknik Informatika. Pada hari Kamis, tanggal 7 September 1989, Jurusan dan Program Studi baru ini memperoleh Status Terdaftar. Selanjutnya, Status Diakui dicapai Program Studi Teknik Informatika pada hari Rabu, tanggal 19 Juni 1991, serta Status Disamakan diperoleh pada hari Kamis, tanggal 20 Februari 1992. Dan bersamaan dengan itu, semua Program Studi di STMIK Gunadarma telah mencapai Status Disamakan.
Pengembangan Program Pendidikan terus berlangsung. Selain Program Pendidikan Jenjang D3 dan Jenjang S1, Perguruan Tinggi ini juga melangkah maju ke Program Pendidikan Tinggi Strata Dua (S2) yang dikenal Program Pendidikan Magister. Pada hari Senin, tanggal 10 Mei 1993, STMIK Gunadarma dilengkapi lagi dengan Program Pasca Sarjana Strata Dua bidang Manajemen Sistem Informasi.
Disamping Bidang Manajemen Informatika, Teknik Komputer, dan Teknik Informatika Gunadarma juga melangkah ke Bidang lain. Pada hari Sabtu tanggal, 13 Januari 1990 Gunadarma mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Gunadarma atau dikenal dengan STIE Gunadarma. Di dalam STIE Gunadarma terdapat dua Jurusan, yakni Jurusan Manajemen dan Jurusan Akuntansi. Kalau Jurusan Akuntansi hanya mengasuh satu program studi, yakni Program Studi Akuntansi, maka Jurusan Manajemen mengasuh lima Program Studi, yakni Program Studi Manajemen Keuangan dan Perbankan, Manajemen Pemasaran, Manajemen Produksi, Manajemen Trasportasi dan Manajemen Koperasi. STIE Gunadarma memperoleh Status Terdaftar pada hari Kamis tanggal 16 Juni 1990 serta mulai berkuliah pada hari Senin tanggal 17 September 1990.
Sejalan dengan STMIK Gunadarma status STIE Gunadarma juga mengalami kemajuan yang pesat. Dari Status Terdaftar memperoleh Status Diakui dan kemudian Status Disamakan. Sampai pada bulan September 1994, STIE telah menjalankan tiga kali Wisuda. Selanjutnya, bersamaan waktu dengan pembukaan Program Pendidikan Tinggi Strata Dua Bidang Manajemen Sistem Informasi pada STMIK, STIE juga membuka Program Pendidikan Tinggi Strata Dua di Bidang Manajemen Asuransi.
Dimensi ke dua adalah dimensi prasarana dan sarana. Di bidang prasarana dan sarana ini, lokasi pendidikan juga mengalami kemajuan. Kalau pada saat awal, lokasi pendidikan hanya terdapat di Kampus Jalan Kenari, maka pada waktu kemudian lokasi itu bertambah dengan Kampus Kramat Sentiong dan Kampus Salemba. Dari tahun ke tahun ketiga Kampus itu menampung jumlah mahasiswa yang terus bertambah. Sekali pun ruang di Kampus Kenari terus diperluas namun pada akhirnya perluasan Kampus inipun tidak dapat menampung pertambahan mahasiswa yang demikian besarnya.
Demikianlah pada hari Sabtu, tanggal 9 Maret 1985 Gunadarma mengadakan upacara peletakan batu pertama di Kampus Pondok Cina Depok, dan pada hari Senin tanggal 5 Januari 1987 dengan suatu upacara gedung pertama di Kampus Pondok Cina diresmikan penggunaannya. Sejak itu gedung di Kampus Pondok Cina ini bertambah. Mula-mula, batu pertama untuk gedung kedua diletakkan pada hari Sabtu tanggal 26 September 1987, dan gedung kedua inipun mulai dipakai pada hari Jumat tanggal 13 Januari 1989. Setelah itu gedung ketigapun dibangun dan dipakai. Ruang di dalam ketiga gedung ini masih belum mencukupi sehingga masih dilengkapi lagi dengan sejumlah gedung sementara disekitarnya.
Selain Pondok Cina, prasarana kampus dipersiapkan juga di Beji. Namun karena akses ke daerah kampus belum memadai, maka Kampus Beji belum juga diwujudkan. Sebaliknya kampus ditengah kota Jakarta terus bertambah. Setelah mengembalikan Kampus Salemba yang masa sewanya telah usai, maka pada hari Kamis, tanggal 8 Februari 1989 Gunadarma menambah kampus baru di Jalan Raya Salemba No.53. Kampus inipun dikenal sebagai Kampus Salemba. Dan mulai digunakan pada bulan Mei 1990. Ini berarti disamping Kampus Beji yang belum terwujud, Gunadarma telah memiliki beberapa kampus yaitu Kampus Kenari, Kampus Kramat Sentiong, Kampus Pondok Cina dan Kampus Salemba.
Tekanan jumlah mahasiswa menyebabkan Gunadarma mencari lagi kampus baru. Pada bulan Januari 1991, Gunadarma memperoleh tanah di Kelapa Dua yang terletak di Jalan Akses UI di dekat Pondok Cina. Pada hari Kamis, tanggal 28 Maret 1991, batu pertama gedung pertama di Kampus Kelapa Dua diletakkan dan pada hari Selasa tanggal 17 September 1991, gedung pertama Kampus Kelapa Dua ini mulai digunakan. Sejak itu Kampus Kelapa Dua terus berkembang dan pada bulan Septembar 1994, Kampus Kelapa Dua telah memiliki lima gedung kuliah.
Gunadarma bercita-cita untuk membangun gedung delapan lantai di Kampus Kenari. Sementara kampus seperti ini belum terwujud, perkuliahan di kampus Kenari dialihkan ke kampus sementara di Pegangsaan. Demikianlah, perkuliahan di Gunadarma berlangsung di lima kampus yang terpencar dari tengah Jakarta sampai ke Depok. Semua kampus ini dikoordinasikan dari satu pusat yang terletak di kampus Pondok Cina.
Prasarana dan sarana lain adalah Laboratorium. Disamping Perpustakaan dan Laboratorium Komputer yang telah terbentuk sejak jaman PPIK, maka pada hari Kamis, tanggal 16 Dessember 1986 Gunadarma meresmikan Laboratorium Elektronika Dasar. Pada hari Senin, tanggal 23 Maret 1987, Gunadarma meresmikan Laboratorium Fisika. Laboratorium inilah yang telah digunakan oleh Gunadarma untuk menyelenggarakan promosi Open House pada hari Selasa, tanggal 28 Maret 1989.
Sekalipun tidak terwujud alat dan gedung, sarana yang cukup penting di Gunadarma adalah majalah ilmiah Matematika dan Komputer yang mulai terbit sejak bulan Januari 1985 dengan penerbitan lima kali setahun, majalah ini memperoleh Surat Tanda Terdaftar di Departemen Penerangan pada hari Sabtu, tanggal 17 Januari 1987. Tulisan di dalam Majalah Ilmiah ini telah membantu Gunadarma dengan perluasan informasi tentang pendidikan di dalam Gunadarma.
Sarana lain yang cukup berhasil di Gunadarma selama ini adalah penerbitan buku dan diktat. Telah banyak judul buku dan diktat yang dicetak oleh Gunadarma untuk keperluan kuliah para mahasiswa. Selain dalam bentuk konvensional berupa buku, beberapa bahan kuliahpun telah diwujudkan dalam bentuk audio dan visual di dalam pita video yang setiap saat dapat ditampilkan di layar monitor.
Dimensi ketiga adalah kegiatan di luar kurikulum. Selain kegiatan Lomba Kecerdasan, baik Tingkat Nasional maupun Tingkat Internasional tampaknya kegiatan Gunadarma yang paling menonjol adalah di Bidang Catur.
Wadah kegiatan catur adalah Pecinta Catur Gunadarma atau PC Gunadarma yang diresmikan pada hari Sabtu, tanggal 25 Februari 1989. PC Gunadarma telah berhasil menyelenggarakan Lomba Catur taraf Internasional yang melibatkan Grand Master Catur Internasional untuk perebutan gelar dunia di bidang catur.
Setelah meninjau perkembangan pada beberapa dimensi ini, kita kembali kepemikiran dasar Gunadarma. Gunadarma memiliki dua muka yang mendorong maju hajat hidupnya di dalam masyarakat masa kini. Pada satu muka, Gunadarma adalah nama arsitek tenar yang membangun Candi Borobudur, yakni suatu monumen besar sepanjang sejarah kita. Pada muka lainnya, Gunadarma mencerminkan buktinya dan sumbangsihnya kepada masyarakat dalam wujud Guna dan Darma. Sebagai salah satu perintis standar baru di dalam pendidikan, Gunadarma berusaha pula untuk mengisi kemampuan masyarakat di dalam standar baru kehidupan bermasyarakat masa kini melalui penyelenggaraan pendidikan. Dan di dalam hal ini, Gunadarma telah memulainya dari pendidikan di bidang komputer.
Di dalam pelaksanaan pendidikannya itu, unsur guna dan unsur darma senantiasa menjadi pegangan untuk dijadikan sumbangsih Gunadarma kepada masyarakat dan ilmu. Gagasan ini turut merumuskan susunan kurikulum di dalam pendidikan. Unsur profesi dan unsur ilmu di dalam kurikulum senantiasa menjadi perhatian para pengasuhnya. Ketrampilan profesi dan kemampuan ilmu mewarnai pendidikan dari awal sampai akhir.
Dalam rangka inilah laboratorium, pustaka, dan jurnal memperoleh perhatian Gunadarma. Di dalam ribaannya, terdapat Laboratorium Gunadarma (LG) yang mewakili berbagai laboratorium dan bengkel yang di dalam Gunadarma serta Pustaka Gunadarma (PG) yang mewakili perpustakaan, penerbitan buku, dan penerbitan jurnal berupa Matematika dan Komputer yang kelak dapat disusul dengan penerbitan jurnal lainnya.
Dari waktu ke waktu LG terus ditingkatkan agar praktek pada mahasiswa dapat diperlancar. Bahkan, pengasuh Gunadarma bercita-cita lebih dari itu. Mereka berkehendak agar penggunaan laboratorium tidak sekedar terbatas kepada praktek di dalam pelajaran. Mereka menginginkan agar LG terbuka juga bagi penelitian dan bagi percobaan yang bersifat inovatif, baik berupa penciptaan maupun berupa penemuan baru. Siapa saja yang memiliki gagasan baru yang akan dicoba, dapat saja menggunakan LG untuk maksudnya itu.
Niat untuk maju itu senantiasa diusahakan untuk ditunjang oleh pustaka yang sebaik mungkin. Selama beberapa tahun ini, PG selalu memperoleh perhatian yang besar dari pengasuh Gunadarma. Pustaka cetak dan pustaka rekam terus menerus diperluas untuk menunjang kegiatan belajar ke berbagai cabang ilmu yang diasuh oleh Sekolah Tinggi ini. Disamping LG, PG juga menempati kedudukan sentral di lingkungan Gunadarma.
Di dalam dua wadah yang berupa LG dan PG, tiga serangkai laboratorium, pustaka, dan jurnal ilmiah di Gunadarma ini merupakan satu kesatuan utuh untuk mewujudkan sumbangsih Gunadarma di dalam bentuk Guna dan Darma. Sejalan dengan usia Gunadarma yang masih muda, mereka juga masih bergerak dalam taraf awal dari kegiatan mereka. Namun, melalui perhatian yang besar dari para pengasuh Gunadarma, mereka diharapkan dapat berkembang secara wajar untuk mewujudkan cita-cita Gunadarma dari STMIK Gunadarma ke STIE Gunadarma, ke Program Pasca Sarjana Gunadarma, pendidikan ini akan terus berkembang menuju dan sampai ke wujud Universitas Gunadarma.
Di dalam rangka inilah, tiga serangkai itu mencoba untuk menyusun sejumlah kegiatan yang dapat mencerminkan cita-cita Gunadarma. Didalam kegiatan itu terdapat penelitian, kelompok studi, dan penataran. Guna bagi masyarakat dan darma bagi ilmu tercermin pula didalam kegiatan itu. Penelitian dan kelompok studi di kalangan pengasuh Gunadarma berusaha untuk berdarma bagi ilmu, sementara penataran berusaha untuk berguna bagi masyarakat.
Ada satu hal penting yang selalu menghantui pengasuh Gunadarma didalam usaha mereka untuk memberi arah kepada Gunadarma. Hal penting itu adalah mutu. Segala usaha dilakukan, tidak saja demi peningkatan mutu pendidikan, melainkan juga demi peningkatan mutu ilmu di lingkungan Gunadarma. Dan usaha itu pula yang seharusnya tampak di dalam kegiatan Gunadarma selama ini.
Didalam pembangunannya, Gunadarma selalu bersikap selektif. Prioritas pembangunan selalu mengarah kepeningkatan mutu. Setapak demi setapak, Gunadarma berusaha mengutamakan pengadaan ruang belajar, ruang laboratorium, ruang pustaka, dan sarana publikasi.
Mereka itulah unsur pokok dalam pembinaan mutu, baik mutu para dosennya maupun mutu para mahasiswanya. Betapapun juga, mahasiswa yang diajar oleh dosen yang tenar akan selalu memperoleh keuntungan dari ketenaran dosennya itu.

Namun prasarana untuk peningkatan ini masih perlu ditunjang lagi oleh sarana lain. Ruang belajar belum sama dengan belajar, pustaka belum sama dengan membaca, laboratorium belum sama dengan berpraktek, serta majalah belum sama dengan menulis. Sarana pokok yang perlu mendampingi prasarana itu adalah suasana lingkungan belajar yang baik berupa budaya Gunadarma. Hanya suasana lingkungan belajar yang baik atau budaya Gunadarma yang dapat membuat ruang belajar itu tempat belajar, pustaka itu tempat membaca, laboratorium itu tempat berpraktek, serta majalah atau jurnal itu tempat menulis.
Hal inilah yang menyebabkan pengasuh Gunadarma berusaha untuk membina budaya Gunadarma atau suasana yang baik di lingkungan belajar di Gunadarma. Budaya Gunadarma atau suasana yang baik di lingkungan belajar menyangkut manusia. Dan manusia itulah yang menentukan bagaimana bentuk suasana di lingkungan belajar mereka. Itulah sebabnya maka selama ini, Gunadarma selalu berusaha menghimpun tenaga pengasuh yang memiliki kegemaran untuk belajar. Kepada kelompok gemar belajar inilah Gunadarma menyerahkan tanggung jawab untuk menularkan kegemaran itu keseluruh lingkungan Gunadarma untuk dimantapkan menjadi bagian dari budaya Gunadarma.
Demikianlah disamping ruang belajar, pustaka, laboratorium, dan majalah, kelompok gemar belajar merupakan aset Gunadarma yang selalu diutamakan di dalam pembangunan Gunadarma. Kelompok gemar belajar ditargetkan untuk menjadi inti penggerak pendidikan di lingkungan Gunadarma. Dan kegemaran belajar ini pula yang akan ditanamkan di kalangan mahasiswa yang telah memilih Gunadarma sebagai almamater mereka.
Berguna bagi masyarakat dan berdarma bagi ilmu memiliki implikasi yang luas. Pada masa yang akan datang, Gunadarma bercita-cita untuk menelaah bidang ilmu lainnya yang pada saat ini, secara nyata telah menampakan keefektifan dari segi profesinya dan segi ilmunya di dalam masyarakat. Gunadarma akan menjamah bidang ilmu lain di luar Komputer dan Ekonomi untuk menyumbangkan guna dan darmanya kepada masyarakat.
Manakala kekuatannya sudah cukup memadai, maka Gunadarma akan menjamah pula bidang ilmu demikian untuk mengikuti dan mengejawantahkan standar baru di dalam masyarakat dan standar baru di dalam pendidikan. Pada waktunya, Gunadarma bercita-cita untuk meningkatkan dirinya dari wadah Sekolah Tinggi ke wadah yang lebih tinggi lagi, yakni ke tingkat Universitas. Namun peningkatan demikian ini tidak dilakukan tanpa mutu yang memadai. Disamping perhatian kepada keluasan kegiatan di bidang pendidikan, Gunadarma tetap menempatkan mutu atau kualitas pada tempat yang pertama.
Gunadarma adalah suatu keseluruhan yang bernama Gunadarma. Gunadarma bukan hanya sekedar STMIK Gunadarma, demikian juga Gunadarma bukan hanya sekedar STIE Gunadarma. Gunadarma juga bukan sekedar Program Pasca Sarjana Gunadarma. Gunadarma adalah keseluruhan yang bernama Gunadarma, dari STMIK, STIE, ke berbagai wadah perkembangan lainnya sampai ke Universitas Gunadarma. Di dalam Gunadarma terdapat LG dan PG, di dalam Gunadarma terdapat Laboratorium, Pustaka, dan Jurnal Ilmiah, di dalam Gunadarma terdapat Penelitian, Kelompok Studi, dan Penataran, di dalam Gunadarma terdapat budaya Gunadarma dalam wujud lingkungan belajar yang mewadai, di dalam Gunadarma terdapat guna bagi masyarakat dan darma bagi ilmu, dan di dalam Gunadarma terdapat sumbangsih guna dan darma yang diberikan oleh Gunadarma kepada masyarakat.
Ternyata cita-cita ini tidak berhenti sebagai cita-cita saja. Setelah 15 tahun lamanya lembaga pendidikan ini berdiri sambil merayap dari Program Pendidikan Ilmu Komputer (PPIK) yang bersahaja ke Akademi Sains dan Komputer Indonesia (ASKI) yang lebih sederhana ke STMIK dan STIE Gunadarma yang lebih mantap, maka pada tahun 1996 lembaga pendidikan itu berhasil sampai ke taraf yang sudah lama dicita-citakan. Melalui Surat Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Tinggi No.92/KEP/ DIKTI/1996, tanggal 3 April 1996. Lembaga pendidikan itu berhasil dikukuhkan menjadi Universitas Gunadarma (UG). Dibawah naungannya terdapat sejumlah Fakultas dari Fakultas Ilmu Komputer, Fakultas Teknologi Industri, Fakultas Ekonomi, dengan Program Studi yang telah dimiliki Status Disamakan sampai ke Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Fakultas Psikologi, dan Fakultas Sastra yang sama sekali baru. Mereka tersebar di tujuh kampus dari Kampus A sampai Kampus G.
Pada tahun 1996, kedudukan Universitas Gunadarma cukup luar biasa. Ibarat bulan Januari dengan dewa Janus yang memiliki dua muka, satu muka menatap tahun yang lama serta muka lain menatap ke tahun yang baru, maka UG pun memiliki dua muka. Pada satu muka, UG merupakan puncak dari suatu perkembangan, dari wujud program yang bersahaja sampai ke wujud universitas yang kompleks. Pada tahun 1981, seperti halnya bulan Januari yang meninggalkan tahun yang lama untuk membuka lembaran tahun yang baru UG pun kini meninggalkan masa lalunya yang berwujud Program, Akademik, dan Sekolah Tinggi untuk memulai lembaran baru yang berwujud Universitas.
Dengan program Diploma Tiga, Strata Satu, dan Strata Dua di dalam asuhannya, Universitas Gunadarma melangkah ke masa depan dengan membentuk lebih banyak tonggak sejarah lagi. Tonggak pertama adalah pengakuan terhadap Universitas Gunadarma oleh pihak luar.
Sejak tanggal 17 November 1997, berdasarkan suatu evaluasi, Badan Akreditasi Nasional (BAN) menyatakan lima Program Studi pada Strata Satu sebagai terakreditasi. Dan pada bulan Agustus 1998, kelima Program Studi pada Strata Satu itu, yakni Akuntansi, Manajemen, Manajemen Informatika, Teknik Komputer, dan Teknik Informatika, memperoleh peringkat A pada akreditasi BAN itu. Dari kegiatan awal di bidang komputer, kini Gunadarma telah mengasuh berbagai bidang ilmu dan berbagai jenjang pendidikan.
Pada saat Gunadarma mencapai usia 19 tahun, tibalah Gunadarma di ujung abad ke-20. Sebelum meninggalkan abad ke-20, Gunadarma masih sempat mengembangkan bidang akademiknya. Mulai tanggal 25 September tahun 2000, untuk pertama kalinya, Gunadarma membuka Program Strata Tiga atau Program Doktor di bidang Ilmu Ekonomi. Demikianlah dengan program Jenjang Pendidikan Diploma (D3), Jenjang Pendidikan Sarjana (S1), Jenjang Pendidikan Magister (S2), Jenjang Pendidikan Doktor (S3), 41 laboratorium, beserta sekitar 13.000 alumni Jenjang D3, 19.000 lebih alumni jenjang S1, dan 400 lebih alumni jenjang S2, Gunadarma meninggalkan abad ke-20 dan milenium ke-2.
Pada tahun 2001, Gunadarma memasuki abad ke-21 dan milenium ke-3 dengan 26.000 lebih mahasiswa yang diasuh oleh 1.100 lebih tenaga pengajar. Di awal abad baru ini, Gunadarma merayakan ulang tahun ke-20 dan meneruskan misi pendidikannya sambil terus berusaha meningkatkan mutunya. Kesempatan pengembangan pertama di dalam abad baru ini terjadi pada tahun 2003. Sejak Januari 2003, bekerja sama dengan Universite de Bourgogne dari kota Dijon, Perancis, Gunadarma membuka lagi program pendidikan jenjang S3 di bidang Teknologi Informasi/Ilmu Komputer. Pengembangan berikutnya terjadi pada tahun 2004 ketika Gunadarma mulai meluluskan doktor di bidang Ilmu Ekonomi.
Perkembangan berikutnya terjadi pada awal tahun 2006. Pada waktu itu Gunadarma mulai meluluskan doktor di bidang Teknologi Informasi/Ilmu Komputer setelah sebelumnya mereka menempuh ujian tertutup di Dijon, Perancis, pada bulan September 2005. Gunadarma yang dimulai dari bentuk sekolah tinggi dan menanjak menjadi universitas, kini sampai ke taraf universitas penuh dengan meluluskan peserta didik dari jenjang diploma, sarjana, magister, dan doktor.

Senyum Itu Indah

Latar Belakang
Seringkali tidak kita sadari bahwa senyuman itu sangat bermanfaat tetapi kita sering menyepelekan senyuman. Sebenarnya, tersenyum adalah hal yang sederhana dan mudah dilakukan. Baik bagi si pemberi senyum maupun si penerima, senyuman memberikan  dampak positif dan keuntungan masing-masing. Si pemberi akan bertambah umur karena tersenyum itu sehat sedangkan si penerima pun akan merasa senang. Maka dari itu, sering kita melihat senyuman yang diberikan pelayan restoran dan pelayan-pelayan lainnya. Mereka bertujuan agar pelanggan atau costumer merasa nyaman, Contoh lainnya, jika sedang mengantri ingin membeli tiket maka senyuman dari petugas tiket akan mengurangi lelah yang kita rasakan. Mengapa demikian? 

Isi
Senyum yang tulus dengan hati terbuka akan memancarkan sikap mental yang positif. Akan memancar kehangatan dari orang tersebut. Sebuah perasaan (feeling) yang mudah menular. Juga menunjukkan keterbukaan kita dengan orang lain. Terasa sebuah perasaan keyakinan (confident) akan hidup ini. Dan yang terasa lainnya, apapun yang kita katakan akan terasa lebih manis dan enak didengar dan menyenangkan bagi orang lain.
Terkadang senyuman yang kita berikan kepada orang lain tidak dibalas dan membuat kita kesal, tetapi dengan memberikan senyuman  setidaknya kita sudah memberikan maksud yang baik bukan menebar permusuhan. Alangkah baiknya jika kita berfikir positif, bahwa orang lain terlambat sadar akan senyuman kita. Senyuman juga bisa menghapus lelah.. Sebab dari situlah akan dimulai perdamaian dunia. Keadaan sekitar kita akan terasa nyaman. Bila suasana menjadi nyaman maka semua keindahan akan berbalik menghangatkan jiwa kita. Semuanya akan kembali kepada kita dengan balasan yang lebih besar daripada sekedar senyuman yang telah kita taburkan.
Namun seiring berjalannya waktu, di mana waktu kecil kita sering tersenyum dan tertawa, menjadi perlahan-lahan hilang dalam kehidupan kita. Karena kita banyak menghadapi masalah-masalah dalam hidup. Oleh sebab itu, tidak ada ruginya kita memberikan senyum kepada orang lain karena dengan memberikan senyum akan menimbulkan sebuah sikap mental yang positif dan menjadikan diri kita menjadi orang yang selalu bahagia.

Kesimpulan
Senyum itu gratis, mudah untuk dilakukan, dan banyak manfaatnya. Oleh sebab itu, tersenyumlah karena dengan tersenyum kita dapat menyenangkan diri kita dan juga hati orang disekitar kita. 








Kamis, 02 Desember 2010

Dapatkah Korupsi Hilang dari Negara yang Kita Cintai Ini?


Akhir-akhir ini sering kita jumpai kasus-kasus korupsi yang tidak terpecahkan di telivisi maupun di media cetak. Mulai dari kasus Bank Century, pegawai pajak Gayus Tambunan, dan kasus-kasus lainnya. Seringnya terjadinya korupsi membuat  banyak masyarakat, mahasiswa dan aktivis antikorupsi semakin marah. Mahasiswa melakukan aksi demo yang diwarnai dengan kekerasan dan jatuhnya korban baik dari pihak mahasiswa maupun dari pihak kepolisian. Kasus yang seharusnya dapat diselesaikan dengan cepat tetapi kenyatannya belum dapat diselesaikan. Ini membuat masyarakat beranggapan bahwa intitusi penegak hukum tidak dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik.

Ketidaktegasan dari pihak yang berwajib dan hukuman yang relatif ringan  membuat para koruptor tidak jera. Seperti kasus yang menyedikan fasilitas seperti hotel ditahanan. Ini sangat menyedihkan, seharusnya mereka menegakkan hukum bukan mengabaikan hukum. Dan juga hal ini sungguh berbanding terbalik dengan kasus masyarakat kecil yang hanya mengambil singkong ditahan begitu lama. Seharusnya semua masyarakat diperlakukan dengan adil. Tidak memandang kaya atau miskin.
  
Korupsi seakan menjadi kebudayaan di negri yang tingkat kemiskinannya cukup tinggi. Korupsi membuat orang yang sudah kaya menjadi tambah kaya yang miskin tambah miskin. Dapatkah korupsi hilang dari negara yang kita cintai ini? Menurut saya, korupsi tidak akan hilang dari Indonesia jika tidak adanya kejujuran, ketegasan dan kerjasama antar institusi penegak hukum berserta semua elemen masyarakat.

Selasa, 30 November 2010

Keluarga

Keluarga inti, terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anaknya.
Keluarga berasal dari bahasa Sansekerta: kula dan warga "kulawarga" yang berarti "anggota" "kelompok kerabat". Keluarga adalah lingkungan di mana beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah.
Keluarga sebagai kelompok sosial terdiri dari sejumlah individu, memiliki hubungan antar individu, terdapat ikatan, kewajiban, tanggung jawab diantara individu tersebut.

Pengertian

Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.
Menurut Salvicion dan Celis (1998) di dalam keluarga terdapat dua atau lebih dari dua pribadi yang tergabung karena hubungan darah, hubungan perkawinan atau pengangkatan, dhidupnya dalam satu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain dan didalam perannya masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan suatu

Tipe keluarga

Ada beberapa tipe keluarga yakni keluarga inti yang terdiri dari suami,istri, dan anak atau anak-anak, keluarga konjugal yang terdiri dari pasangan dewasa (ibu dan ayah) dan anak-anak mereka, dimana terdapat interaksi dengan kerabat dari salah satu atau dua pihak orang tua. Selain itu terdapat juga [keluarga] luas yang ditarik atas dasar garis keturunan di atas keluarga aslinya. Keluarga luas ini meliputi hubungan antara paman, bibi, keluarga kakek, dan keluarga nenek.

Peranan keluarga

Peranan keluarga menggambarkan seperangkat perilaku antar pribadi, sifat, kegiatan yang berhubungan dengan pribadi dalam posisi dan situasi tertentu. Peranan pribadi dalam keluarga didasari oleh harapan dan pola perilaku dari keluarga, kelompok dan masyarakat.
Berbagai peranan yang terdapat di dalam keluarga adalah sebagai berikut :
Ayah sebagai suami dari istri dan anak-anak, berperan sebagai pencari nafkah, pendidik, pelindung dan pemberi rasa aman, sebagai kepala keluarga, sebagai anggota dari kelompok sosialnya serta sebagai anggota dari kelompok sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya. Sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya, ibu mempunyai peranan untuk mengurus rumah tangga, sebagai pengasuh dan pendidik anak-anaknya, pelindung dan sebagai salah satu kelompok dari peranan sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya, disamping itu juga ibu dapat berperan sebagai pencari nafkah tambahan dalam keluarganya. Anak-anak melaksanakan peranan psikosial sesuai dengan tingkat perkembangannya baik fisik, mental, sosial, dan spiritual.

Tugas keluarga

Pada dasarnya tugas keluarga ada delapan tugas pokok sebagai berikut :
1.    Pemeliharaan fisik keluarga dan para anggotanya.
2.    Pemeliharaan sumber-sumber daya yang ada dalam keluarga.
3.    Pembagian tugas masing-masing anggotanya sesuai dengan kedudukannya masing-masing.
4.    Sosialisasi antar anggota keluarga.
5.    Pengaturan jumlah anggota keluarga.
6.    Pemeliharaan ketertiban anggota keluarga.
7.    Penempatan anggota-anggota keluarga dalam masyarakat yang lebih luas.
8.    Membangkitkan dorongan dan semangat para anggotanya.

Fungsi Keluarga

Fungsi yang dijalankan keluarga adalah :
1.    Fungsi Pendidikan dilihat dari bagaimana keluarga mendidik dan menyekolahkan anak untuk mempersiapkan kedewasaan dan masa depan anak.
2.    Fungsi Sosialisasi anak dilihat dari bagaimana keluarga mempersiapkan anak menjadi anggota masyarakat yang baik.[
3.    Fungsi Perlindungan dilihat dari bagaimana keluarga melindungi anak sehingga anggota keluarga merasa terlindung dan merasa aman.
4.    Fungsi Perasaan dilihat dari bagaimana keluarga secara instuitif merasakan perasaan dan suasana anak dan anggota yang lain dalam berkomunikasi dan berinteraksi antar sesama anggota keluarga. Sehingga saling pengertian satu sama lain dalam menumbuhkan keharmonisan dalam keluarga.
5.    Fungsi Agama dilihat dari bagaimana keluarga memperkenalkan dan mengajak anak dan anggota keluarga lain melalui kepala keluarga menanamkan keyakinan yang mengatur kehidupan kini dan kehidupan lain setelah dunia.
6.    Fungsi Ekonomi dilihat dari bagaimana kepala keluarga mencari penghasilan, mengatur penghasilan sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi rkebutuhan-kebutuhan keluarga.
7.    Fungsi Rekreatif dilihat dari bagaimana menciptakan suasana yang menyenangkan dalam keluarga, seperti acara nonton TV bersama, bercerita tentang pengalaman masing-masing, dan lainnya.
8.    Fungsi dilihat dari bagaimana keluarga meneruskan keturunan sebagai generasi selanjutnya.
9.    Memberikan kasih sayang, perhatian,dan rasa aman diaantara keluarga, serta membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga.

Bentuk keluarga

Ada dua macam bentuk keluarga dilihat dari bagaimana keputusan diambil, yaitu berdasarkan lokasi dan berdasarkan pola otoritas .

Berdasarkan lokasi

  • Adat utrolokal, yaitu adat yang memberi kebebasan kepada sepasang suami istri untuk memilih tempat tinggal, baik itu di sekitar kediaman kaum kerabat suami ataupun di sekitar kediamanan kaum kerabat istri;
  • Adat virilokal, yaitu adat yang menentukan bahwa sepasang suami istri diharuskan menetap di sekitar pusat kediaman kaum kerabat suami;
  • Adat uxurilokal, yaitu adat yang menentukan bahwa sepasang suami istri harus tinggal di sekitar kediaman kaum kerabat istri;
  • Adat bilokal, yaitu adat yang menentukan bahwa sepasang suami istri dapat tinggal di sekitar pusat kediaman kerabat suami pada masa tertentu, dan di sekitar pusat kediaman kaum kerabat istri pada masa tertentu pula (bergantian);
  • Adat neolokal, yaitu adat yang menentukan bahwa sepasang suami istri dapat menempati tempat yang baru, dalam arti kata tidak berkelompok bersama kaum kerabat suami maupun istri;
  • Adat avunkulokal, yaitu adat yang mengharuskan sepasang suami istri untuk menetap di sekitar tempat kediaman saudara laki-laki ibu (avunculus) dari pihak suami;
  • Adat natalokal, yaitu adat yang menentukan bahwa suami dan istri masing-masing hidup terpisah, dan masing-masing dari mereka juga tinggal di sekitar pusat kaum kerabatnya sendiri .

Berdasarkan pola otoritas

  • Patriarkal, yakni otoritas di dalam keluarga dimiliki oleh laki-laki (laki-laki tertua, umumnya ayah)
  • Matriarkal, yakni otoritas di dalam keluarga dimiliki oleh perempuan (perempuan tertua, umumnya ibu)
  • Equalitarian, suami dan istri berbagi otoritas secara seimbang.

Subsistem sosial

Terdapat tiga jenis subsistem dalam keluarga, yakni subsistem suami-istri, subsistem orang tua-anak, dan subsitem sibling (kakak-adik. Subsistem suami-istri terdiri dari seorang laki-laki dan perempuan yang hidup bersama dengan tujuan eksplisit dalam membangun keluarga. Pasangan ini menyediakan dukungan mutual satu dengan yang lain dan membangun sebuah ikatan yang melindungi subsistem tersebut dari gangguan yang ditimbulkan oleh kepentingan maupun kebutuhan darti subsistem-subsistem lain. Subsistem orang tua-anak terbentuk sejak kelahiran seorang anak dalam keluarga ,subsistem ini meliputi transfer nilai dan pengetahuan dan pengenalan akan tanggungjawab terkait dengan relasi orang tua dan anak.

Pidato Obama di UI

Thank you for this wonderful welcome. Terima kasih atas sambutan indah ini. Thank you to the people of Jakarta. Terima kasih kepada masyarakat Jakarta. And thank you to the people of Indonesia.I am so glad that I made it to Indonesia, and that Michelle was able to join me. Dan terima kasih kepada masyarakat Indonesia.I senang sekali bahwa saya berhasil ke Indonesia, dan bahwa Michelle mampu bergabung dengan saya. We had a couple of false starts this year, but I was determined to visit a country that has meant so much to me. Kami memiliki beberapa kekeliruan yg dimulai tahun ini, tapi saya bertekad untuk mengunjungi negara yang sangat berarti bagi saya. Unfortunately, it’s a fairly quick visit, but I look forward to coming back a year from now, when Indonesia hosts the East Asia Summit. Sayangnya, ini adalah kunjungan yang cukup cepat, tapi saya berharap untuk datang kembali tahun dari sekarang, ketika Indonesia menjadi tuan rumah KTT Asia Timur.
Before I go any further, I want to say that our thoughts and prayers are with all of those Indonesians affected by the recent tsunami and volcanic eruptions – particularly those who have lost loved ones, and those who have been displaced. Sebelum saya pergi lebih jauh, saya ingin mengatakan bahwa pikiran kita dan doa-doa dengan semua orang Indonesia yang terkena dampak tsunami dan letusan gunung berapi baru-baru ini – terutama yang telah kehilangan orang yang dicintai, dan mereka yang telah mengungsi. As always, the United States stands with Indonesia in responding to this natural disaster, and we are pleased to be able to help as needed. Seperti biasa, Amerika Serikat berdiri dengan Indonesia dalam menanggapi bencana alam ini, dan kami senang dapat membantu jika diperlukan. As neighbors help neighbors and families take in the displaced, I know that the strength and resilience of the Indonesian people will pull you through once more. Sebagai tetangga membantu tetangga dan keluarga mengambil para pengungsi, saya tahu bahwa kekuatan dan ketahanan rakyat Indonesia akan menarik Anda melalui sekali lagi.
Let me begin with a simple statement: Indonesia is a part of me. Mari saya mulai dengan pernyataan sederhana: Indonesia adalah bagian dari diriku. I first came to this country when my mother married an Indonesian man named Lolo Soetoro. Saya pertama kali datang ke negara ini ketika ibu saya menikah dengan seorang pria Indonesia bernama Lolo Soetoro. As a young boy, I was coming to a different world. Sebagai seorang anak muda, saya datang ke dunia yang berbeda. But the people of Indonesia quickly made me feel at home. Tetapi rakyat Indonesia cepat membuat saya merasa di rumah.
Jakarta looked very different in those days. Jakarta dulu terlihat sangat berbeda pada hari-hari ini. The city was filled with buildings that were no more than a few stories tall. Kota ini penuh dengan bangunan yang tidak lebih dari beberapa tingkat yg tinggi. The Hotel Indonesia was one of the few high rises, and there was just one brand new shopping center called Sarinah. Betchaks outnumbered automobiles in those days, and the highway quickly gave way to unpaved roads and kampongs. Hotel Indonesia adalah salah satu dari beberapa bngunan tinggi, dan hanya ada satu merek pusat perbelanjaan baru yang disebut Sarinah. Becak kalah jumlah mobil di hari-hari, dan jalan raya dengan cepat memberi jalan untuk jalan beraspal dan kampung.
We moved to Menteng Dalam, where we lived in a small house with a mango tree out front. Kami pindah ke Menteng Dalam, di mana kami tinggal di sebuah rumah kecil dengan sebuah pohon mangga di depan. I learned to love Indonesia while flying kites, running along paddy fields, catching dragonflies, and buying satay and baso from the street vendors. Aku belajar untuk mencintai Indonesia sementara menerbangkn layang-layang, berjalan sepanjang sawah, menangkap capung, dan membeli sate dan baso dari PKL. Most of all, I remember the people – the old men and women who welcomed us with smiles; the children who made a foreigner feel like a neighbor; and the teachers who helped me learn about the wider world. Kebanyakan dari semua, aku ingat orang-orang – orang tua dan wanita yang menyambut kami dengan senyum, anak-anak yang membuat orang asing merasa seperti tetangga, dan guru yang membantu saya belajar tentang dunia yang lebih luas.
Because Indonesia is made up of thousands of islands, hundreds of languages, and people from scores of regions and ethnic groups, my times here helped me appreciate the common humanity of all people. Karena Indonesia terdiri dari ribuan pulau, ratusan bahasa, dan orang-orang dari sejumlah daerah dan kelompok etnis, waktu saya di sini membantu saya menghargai kemanusiaan umum dari semua orang. And while my stepfather, like most Indonesians, was raised a Muslim, he firmly believed that all religions were worthy of respect. Dan sementara ayah tiri saya, seperti sebagian besar orang Indonesia, dibesarkan seorang Muslim, ia sangat yakin bahwa semua agama adalah layak dihormati. In this way, he reflected the spirit of religious tolerance that is enshrined in Indonesia’s Constitution, and that remains one of this country’s defining and inspiring characteristics. Dengan cara ini, ia mencerminkan semangat toleransi umat beragama yang diabadikan dalam konstitusi Indonesia, dan tetap menjadi salah satu mendefinisikan dan inspirasi negara karakteristik ini.
I stayed here for four years – a time that helped shape my childhood; a time that saw the birth of my wonderful sister, Maya; and a time that made such an impression on my mother that she kept returning to Indonesia over the next twenty years to live, work and travel – pursuing her passion of promoting opportunity in Indonesia’s villages, particularly for women and girls. For her entire life, my mother held this place and its people close to her heart. Saya tinggal di sini selama empat tahun – waktu yang membantu membentuk masa kecil saya, ada waktu yang melihat kelahiran adik saya yang luar biasa, Maya, dan waktu yang membuat kesan seperti pada ibu saya bahwa dia terus kembali ke Indonesia selama dua puluh tahun ke depan untuk hidup, bekerja dan bepergian – nya gairah mempromosikan peluang di desa2 Indonesia khususnya bagi perempuan dan gadis. Untuk seumur hidupnya, ibuku diadakan tempat ini dan orang-orang yang dekat dengan hatinya.
So much has changed in the four decades since I boarded a plane to move back to Hawaii. Begitu banyak yang berubah dalam empat dasawarsa sejak saya naik pesawat untuk pindah kembali ke Hawaii. If you asked me – or any of my schoolmates who knew me back then – I don’t think any of us could have anticipated that I would one day come back to Jakarta as President of the United States. Jika Anda meminta saya – atau dari sekolahku saya yang mengenal saya saat itu – Saya tidak berpikir salah satu dari kita bisa mengantisipasi bahwa suatu hari aku akan kembali ke Jakarta sebagai Presiden Amerika Serikat. And few could have anticipated the remarkable story of Indonesia over these last four decades. Dan beberapa bisa diantisipasi kisah yang luar biasa dari Indonesia selama 4 dekade terakhir ini.
The Jakarta that I once knew has grown to a teeming city of nearly ten million, with skyscrapers that dwarf the Hotel Indonesia, and thriving centers of culture and commerce. Jakarta bahwa saya pernah tahu telah berkembang menjadi sebuah kota yang penuh hampir sepuluh juta, dengan gedung pencakar langit yang kerdil Hotel Indonesia, dan berkembang pusat-pusat budaya dan perdagangan. While my Indonesian friends and I used to run in fields with water buffalo and goats, a new generation of Indonesians is among the most wired in the world – connected through cell phones and social networks. Sementara teman Indonesia saya dan saya digunakan untuk menjalankan dalam bidang dengan kerbau dan kambing, generasi baru Indonesia termasuk yang paling kabel di dunia – terhubung melalui telepon seluler dan jaringan sosial. And while Indonesia as a young nation focused inward, a growing Indonesia now plays a key role in the Asia Pacific and the global economy. Dan sementara Indonesia sebagai bangsa muda terfokus ke dalam, Indonesia yang berkembang saat ini memainkan peran kunci di Asia Pasifik dan ekonomi global.
This change extends to politics. When my step-father was a boy, he watched his own father and older brother leave home to fight and die in the struggle for Indonesian independence. I’m happy to be here on Heroes Day to honor the memory of so many Indonesians who have sacrificed on behalf of this great country. Perubahan ini meluas sampai ke politik. Ketika langkah saya-ayah masih kecil, ia melihat ayahnya sendiri dan kakak meninggalkan rumah untuk berjuang dan mati dalam perjuangan untuk kemerdekaan Indonesia. Saya senang berada di sini pada Hari Pahlawan untuk menghormati memori Indonesia begitu banyak yang telah mengorbankan atas nama negara besar ini.
When I moved to Jakarta, it was 1967, a time that followed great suffering and conflict in parts of this country. Ketika saya pindah ke Jakarta, itu tahun 1967, waktu yang diikuti penderitaan besar dan konflik di bagian negara ini. Even though my step-father had served in the Army, the violence and killing during that time of political upheaval was largely unknown to me because it was unspoken by my Indonesian family and friends. Meskipun langkah saya-ayah pernah bertugas di Angkatan Darat, kekerasan dan pembunuhan selama waktu pergolakan politik sebagian besar tidak saya ketahui karena itu tak terucapkan oleh keluarga Indonesia dan teman-temanku. In my household, like so many others across Indonesia, it was an invisible presence. Dalam rumah tangga saya, seperti begitu banyak orang lain di seluruh Indonesia, itu adalah kehadiran tak terlihat. Indonesians had their independence, but fear was not far away. Indonesia memiliki kemerdekaannya, tapi rasa takut itu tidak jauh.
In the years since then, Indonesia has charted its own course through an extraordinary democratic transformation – from the rule of an iron fist to the rule of the people. Pada tahun-tahun sejak itu, Indonesia memiliki memetakan saja sendiri melalui transformasi demokratis yang luar biasa – dari aturan tangan besi aturan rakyat. In recent years, the world has watched with hope and admiration, as Indonesians embraced the peaceful transfer of power and the direct election of leaders. And just as your democracy is symbolized by your elected President and legislature, your democracy is sustained and fortified by its checks and balances: a dynamic civil society; political parties and unions; a vibrant media and engaged citizens who have ensured that – in Indonesia – there will be no turning back. Dalam beberapa tahun terakhir, dunia telah menyaksikan dengan harapan dan kekaguman, sebagai warga Indonesia memeluk damai pengalihan kekuasaan dan pemilihan langsung pemimpin-pemimpin yang adil. Dan sebagai negara demokrasi Anda dilambangkan oleh Anda terpilih menjadi Presiden dan legislatif, demokrasi Anda ditopang dan diperkaya oleh anak checks and balances: sebuah masyarakat sipil yang dinamis, partai politik dan serikat; media yang dinamis dan warga bergerak yang telah memastikan bahwa – di Indonesia – tidak akan ada jalan untuk kembali.
But even as this land of my youth has changed in so many ways, those things that I learned to love about Indonesia – that spirit of tolerance that is written into your Constitution; symbolized in your mosques and churches and temples; and embodied in your people – still lives on. Tetapi bahkan karena ini tanah muda saya telah berubah dalam banyak cara demikian, hal-hal yang saya belajar untuk mencintai tentang Indonesia – bahwa semangat toleransi yang ditulis ke dalam Konstitusi; dilambangkan di masjid-masjid dan gereja dan kuil, dan diwujudkan pada orang Anda – masih hidup. Bhinneka Tunggal Ika – unity in diversity. Bhinneka Tunggal Ika – kesatuan dalam keragaman. This is the foundation of Indonesia’s example to the world, and this is why Indonesia will play such an important role in the 21st century. Ini adalah dasar dari ini adalah contoh Indonesia untuk dunia, dan ini adalah mengapa Indonesia akan memainkan peran penting dalam abad ke-21.
So today, I return to Indonesia as a friend, but also as a President who seeks a deep and enduring partnership between our two countries. Jadi hari ini, saya kembali ke Indonesia sebagai teman, tetapi juga sebagai seorang Presiden yang mencari dan bertahan kemitraan yang mendalam antara kedua negara kita. Because as vast and diverse countries; as neighbors on either side of the Pacific; and above all as democracies – the United States and Indonesia are bound together by shared interests and shared values. Karena sebagai luas dan beragam negara; sebagai tetangga di kedua sisi Pasifik, dan di atas semua sebagai demokrasi – Amerika Serikat dan Indonesia terikat bersama oleh kepentingan bersama dan nilai-nilai bersama.
Yesterday, President Yudhoyono and I announced a new, Comprehensive Partnership between the United States and Indonesia. Kemarin, Presiden Yudhoyono dan saya mengumumkan, baru Komprehensif Kemitraan antara Amerika Serikat dan Indonesia. We are increasing ties between our governments in many different areas, and – just as importantly – we are increasing ties among our people. Kami meningkatkan hubungan antara pemerintah kita di berbagai daerah, dan – sama pentingnya – kita akan meningkatkan hubungan antara orang-orang kami. This is a partnership of equals, grounded in mutual interests and mutual respect. Ini adalah kemitraan yang setara, didasarkan pada kepentingan bersama dan saling menghormati.
With the rest of my time today, I’d like to talk about why the story I just told – the story of Indonesia since the days when I lived here – is so important to the United States, and to the world. Dengan sisa waktu hari ini saya, saya ingin berbicara tentang mengapa kisah saya hanya mengatakan – kisah Indonesia sejak hari-hari ketika saya tinggal di sini – sangat penting bagi Amerika Serikat, dan dunia. I will focus on three areas that are closely related, and fundamental to human progress – development, democracy, and religion. Saya akan fokus pada tiga daerah yang terkait erat, dan fundamental untuk kemajuan manusia – pembangunan, demokrasi, dan agama.
First, the friendship between the United States and Indonesia can advance our mutual interest in development. Pertama, persahabatan antara Amerika Serikat dan Indonesia dapat memajukan kepentingan bersama kami dalam pembangunan.
When I moved to Indonesia, it would have been hard to imagine a future in which the prosperity of families in Chicago and Jakarta would be connected. Ketika saya pindah ke Indonesia, itu akan sulit membayangkan masa depan di mana kesejahteraan keluarga di Chicago dan Jakarta akan dihubungkan. But our economies are now global, and Indonesians have experienced both the promise and perils of globalization: from the shock of the Asian financial crisis in the 1990s to the millions lifted out of poverty. Tapi ekonomi kita sekarang global, dan Indonesia telah mengalami baik janji dan bahaya globalisasi: dari shock krisis keuangan Asia pada 1990-an untuk mengangkat jutaan keluar dari kemiskinan. What that means – and what we learned in the recent economic crisis – is that we have a stake in each other’s success. Apa artinya – dan apa yang kita pelajari dalam krisis ekonomi baru-baru ini – adalah bahwa kita memiliki kepentingan dalam kesuksesan lain masing-masing.
America has a stake in an Indonesia that is growing, with prosperity that is broadly shared among the Indonesian people – because a rising middle class here means new markets for our goods, just as America is a market for yours. Amerika memiliki saham di Indonesia yang sedang berkembang, dengan kemakmuran yang secara luas dibagi di antara rakyat Indonesia – karena kelas menengah meningkat di sini berarti pasar baru untuk barang-barang kami, seperti halnya Amerika adalah pasar untuk Anda. And so we are investing more in Indonesia, our exports have grown by nearly 50 percent, and we are opening doors for Americans and Indonesians to do business with one another. Dan jadi kami berinvestasi lebih di Indonesia, ekspor kita tumbuh hampir 50 persen, dan kami membuka pintu bagi Amerika dan Indonesia untuk melakukan bisnis dengan satu sama lain.
America has a stake in an Indonesia that plays its rightful role in shaping the global economy. Amerika memiliki saham di Indonesia yang memainkan peran yang sah dalam membentuk ekonomi global. Gone are the days when seven or eight countries could come together to determine the direction of global markets. Lewatlah sudah hari-hari ketika tujuh atau delapan negara bisa datang bersama-sama untuk menentukan arah pasar global. That is why the G-20 is now the center of international economic cooperation, so that emerging economies like Indonesia have a greater voice and bear greater responsibility. Itulah sebabnya G-20 sekarang menjadi pusat kerjasama ekonomi internasional, sehingga negara-negara berkembang seperti Indonesia memiliki suara lebih besar dan menanggung tanggung jawab yang lebih besar. And through its leadership of the G-20′s anti-corruption group, Indonesia should lead on the world stage and by example in embracing transparency and accountability. Dan melalui kepemimpinan atas’s anti-korupsi kelompok G-20, Indonesia harus memimpin di panggung dunia dan dengan contoh dalam merangkul transparansi dan akuntabilitas.
America has a stake in an Indonesia that pursues sustainable development, because the way we grow will determine the quality of our lives and the health of our planet. Amerika memiliki saham di Indonesia yang mengejar pembangunan berkelanjutan, karena cara kita tumbuh akan menentukan kualitas hidup kita dan kesehatan planet kita. That is why we are developing clean energy technologies that can power industry and preserve Indonesia’s precious natural resources – and America welcomes your country’s strong leadership in the global effort to combat climate change. Itulah sebabnya kami mengembangkan teknologi energi bersih yang dapat kekuatan industri dan melestarikan alam, sumber daya berharga Indonesia – dan Amerika menyambut kuat kepemimpinan negara Anda dalam upaya global untuk memerangi perubahan iklim.
Above all, America has a stake in the success of the Indonesian people. Di atas segalanya, Amerika memiliki saham dalam keberhasilan masyarakat Indonesia. Underneath the headlines of the day, we must build bridges between our peoples, because our future security and prosperity is shared. Di bawah berita utama hari itu, kita harus membangun jembatan antara masyarakat kita, karena keamanan masa depan kita dan kemakmuran bersama. That is exactly what we are doing – by increased collaboration among our scientists and researchers, and by working together to foster entrepreneurship. Itulah apa yang kita lakukan – dengan peningkatan kerjasama antara para ilmuwan dan peneliti, dan dengan bekerja sama untuk mengembangkan kewirausahaan. And I am especially pleased that we have committed to double the number of American and Indonesian students studying in our respective countries – we want more Indonesian students in our schools, and more American students to come study in this country, so that we can forge new ties that last well into this young century. Dan saya sangat senang bahwa kami telah berkomitmen untuk menggandakan jumlah siswa Amerika dan Indonesia yang belajar di negara masing-masing kita – kita ingin bahasa Indonesia lebih banyak siswa di sekolah-sekolah kita, dan siswa Amerika lebih untuk datang belajar di negeri ini, sehingga kita bisa membina baru ikatan yang terakhir baik ke abad ini muda.
These are the issues that really matter in our daily lives. Ini adalah isu-isu yang benar-benar penting dalam kehidupan kita sehari-hari. Development, after all, is not simply about growth rates and numbers on a balance sheet. Pengembangan, setelah semua, bukan hanya tentang tingkat pertumbuhan dan angka pada neraca. It’s about whether a child can learn the skills they need to make it in a changing world. It’s about whether a good idea is allowed to grow into a business, and not be suffocated by corruption. Ini tentang apakah seorang anak bisa belajar keterampilan yang mereka butuhkan untuk membuatnya dalam dunia yang terus berubah. Ini tentang apakah ide yang bagus diperbolehkan untuk tumbuh menjadi bisnis, dan tidak dicekik oleh korupsi. It’s about whether those forces that have transformed the Jakarta that I once knew -technology and trade and the flow of people and goods – translate into a better life for human beings, a life marked by dignity and opportunity. Ini tentang apakah kekuatan-kekuatan yang telah mengubah Jakarta bahwa saya pernah tahu-teknologi dan perdagangan dan aliran orang dan barang – diterjemahkan ke dalam kehidupan yang lebih baik bagi manusia, kehidupan yang ditandai oleh martabat dan kesempatan.
This kind of development is inseparable from the role of democracy. Pembangunan semacam ini tidak terlepas dari peran demokrasi.
Today, we sometimes hear that democracy stands in the way of economic progress. Hari ini, kita kadang-kadang mendengar bahwa demokrasi berdiri di jalan kemajuan ekonomi. This is not a new argument. Ini bukan sebuah argumen baru. Particularly in times of change and economic uncertainty, some will say that it is easier to take a shortcut to development by trading away the rights of human beings for the power of the state. But that is not what I saw on my trip to India, and that is not what I see in Indonesia. Khususnya dalam masa perubahan dan ketidakpastian ekonomi, beberapa orang akan berkata bahwa lebih mudah untuk mengambil jalan pintas untuk pembangunan dengan perdagangan jauh hak-hak manusia untuk kekuasaan negara India. Tapi bukan itu apa yang saya lihat saya di perjalanan ke, dan itu tidak apa yang saya lihat di Indonesia. Your achievements demonstrate that democracy and development reinforce one another. prestasi Anda menunjukkan bahwa demokrasi dan pembangunan memperkuat satu sama lain.
Like any democracy, you have known setbacks along the way. Seperti demokrasi apapun, Anda telah mengetahui kemunduran di sepanjang jalan. America is no different. Amerika tidak berbeda. Our own Constitution spoke of the effort to forge a “more perfect union,” and that is a journey we have travelled ever since, enduring Civil War and struggles to extend rights to all of our citizens. Konstitusi kita sendiri berbicara tentang upaya untuk menempa sebuah “serikat yang sempurna lagi,” dan itu adalah sebuah perjalanan yang kita tempuh sejak, abadi Perang Saudara dan perjuangan untuk memperluas hak semua warga negara kita. But it is precisely this effort that has allowed us to become stronger and more prosperous, while also becoming a more just and free society. Tapi justru upaya yang telah memungkinkan kita untuk menjadi lebih kuat dan lebih sejahtera, sementara juga menjadi masyarakat yang adil dan bebas lebih.
Like other countries that emerged from colonial rule in the last century, Indonesia struggled and sacrificed for the right to determine your destiny. Seperti negara-negara lain yang muncul dari penjajahan pada abad lalu, Indonesia berjuang dan berkorban untuk hak untuk menentukan nasib Anda. That is what Heroes Day is all about – an Indonesia that belongs to Indonesians. Itulah Hari Pahlawan adalah semua tentang – sebuah Indonesia yang dimiliki Indonesia. But you also ultimately decided that freedom cannot mean replacing the strong hand of a colonizer with a strongman of your own. Tapi Anda juga akhirnya memutuskan bahwa kebebasan tidak bisa berarti mengganti tangan yang kuat dari penjajah yang dengan kuat Anda sendiri.
Of course, democracy is messy. Not everyone likes the results of every election. Tentu saja, demokrasi berantakan. Tidak semua orang menyukai hasil setiap pemilu. You go through ups and downs. Anda pergi melalui pasang surut. But the journey is worthwhile, and it goes beyond casting a ballot. Namun perjalanan yang berharga, dan melampaui casting surat suara. It takes strong institutions to check the concentration of power. Dibutuhkan lembaga-lembaga yang kuat untuk memeriksa konsentrasi kekuasaan. It takes open markets that allow individuals to thrive. Dibutuhkan pasar terbuka yang memungkinkan individu untuk berkembang. It takes a free press and an independent justice system to root out abuse and excess, and to insist upon accountability. Dibutuhkan pers bebas dan sistem peradilan yang independen untuk membasmi penyalahgunaan dan kelebihan, dan untuk menuntut akuntabilitas. It takes open society and active citizens to reject inequality and injustice. Dibutuhkan masyarakat yang terbuka dan warga yang aktif untuk menolak ketimpangan dan ketidakadilan.
These are the forces that will propel Indonesia forward. Ini adalah kekuatan yang akan mendorong maju Indonesia. And it will require a refusal to tolerate the corruption that stands in the way of opportunity; a commitment to transparency that gives every Indonesian a stake in their government; and a belief that the freedom that Indonesians have fought for is what holds this great nation together. Dan itu akan membutuhkan penolakan untuk mentolerir korupsi yang berdiri di jalan kesempatan, sebuah komitmen terhadap transparansi yang memberikan setiap saham sebuah bahasa Indonesia dalam pemerintahan mereka, dan keyakinan bahwa kebebasan yang telah berjuang untuk Indonesia adalah apa yang memegang bangsa yang besar ini bersama-sama .
That is the message of the Indonesians who have advanced this democratic story – from those who fought in the Battle of Surabaya 55 years ago today; to the students who marched peacefully for democracy in the 1990s, to leaders who have embraced the peaceful transition of power in this young century. Itu adalah pesan dari orang Indonesia yang sudah mahir cerita ini demokratis – dari orang-orang yang berperang dalam Pertempuran Surabaya 55 tahun yang lalu hari ini, untuk siswa yang berbaris damai untuk demokrasi pada 1990-an, untuk para pemimpin yang telah memeluk transisi kekuasaan damai di abad muda. Because ultimately, it will be the rights of citizens that will stitch together this remarkable Nusantara that stretches from Sabang to Merauke – an insistence that every child born in this country should be treated equally, whether they come from Java or Aceh; Bali or Papua. Karena pada akhirnya, itu akan menjadi hak-hak warga negara yang akan menjahit bersama ini Nusantara yang luar biasa yang membentang dari Sabang sampai Merauke – penekanan bahwa setiap anak yang lahir di negeri ini harus diperlakukan sama, apakah mereka berasal dari Jawa atau Aceh, Bali atau Papua.
That effort extends to the example that Indonesia sets abroad. Upaya tersebut meluas ke contoh bahwa Indonesia set luar negeri. Indonesia took the initiative to establish the Bali Democracy Forum, an open forum for countries to share their experiences and best practices in fostering democracy. Indonesia mengambil inisiatif untuk mendirikan Forum Demokrasi Bali, sebuah forum terbuka bagi negara-negara untuk berbagi pengalaman dan praktek-praktek terbaik dalam mengembangkan demokrasi. Indonesia has also been at the forefront of pushing for more attention to human rights within ASEAN. Indonesia juga berada di garis depan mendorong untuk lebih memperhatikan hak asasi manusia dalam ASEAN. The nations of Southeast Asia must have the right to determine their own destiny, and the United States will strongly support that right. Negara-negara Asia Tenggara harus memiliki hak untuk menentukan nasib mereka sendiri, dan Amerika Serikat akan sangat mendukung hak itu. But the people of Southeast Asia must have the right to determine their own destiny as well. Tetapi orang-orang Asia Tenggara harus memiliki hak untuk menentukan nasib mereka sendiri juga. That is why we condemned elections in Burma that were neither free nor fair. Itulah sebabnya kami dikutuk pemilihan di Burma yang tidak bebas dan adil. That is why we are supporting your vibrant civil society in working with counterparts across this region. Itulah sebabnya kami mendukung masyarakat sipil hidup Anda dalam bekerja dengan mitra di seluruh wilayah ini. Because there is no reason why respect for human rights should stop at the border of any country. Karena tidak ada alasan mengapa menghormati hak asasi manusia harus berhenti di perbatasan negara manapun.
Hand in hand, that is what development and democracy are about – the notion that certain values are universal. Tangan di tangan, itulah yang pembangunan dan demokrasi adalah tentang – gagasan bahwa nilai-nilai tertentu yang universal. Prosperity without freedom is just another form of poverty. Because there are aspirations that human beings share – the liberty of knowing that your leader is accountable to you, and that you won’t be locked up for disagreeing with them; the opportunity to get an education and to work with dignity; the freedom to practice your faith without fear or restriction. Kemakmuran tanpa kebebasan hanya bentuk lain dari kemiskinan;. Karena ada aspirasi bahwa manusia makhluk berbagi – kebebasan Anda mengetahui bahwa pemimpin bertanggung jawab kepada Anda, dan yang akan Anda tidak dikurung untuk tidak setuju dengan mereka kesempatan untuk mendapatkan pendidikan dan untuk bekerja dengan bermartabat, kebebasan untuk mempraktekkan iman anda tanpa rasa takut atau pembatasan.
Religion is the final topic that I want to address today, and – like democracy and development – it is fundamental to the Indonesian story. Agama adalah topik terakhir yang ingin saya alamat hari ini, dan – seperti demokrasi dan pembangunan – itu adalah fundamental bagi kisah Indonesia.
Like the other Asian nations that I am visiting on this trip, Indonesia is steeped in spirituality – a place where people worship God in many different ways. Seperti negara-negara Asia lainnya bahwa saya mengunjungi dalam perjalanan ini, Indonesia kental dengan spiritualitas – tempat di mana orang menyembah Allah dalam berbagai cara. Along with this rich diversity, it is also home to the world’s largest Muslim population – a truth that I came to know as a boy when I heard the call to prayer across Jakarta. Seiring dengan ini keragaman yang kaya, juga rumah bagi penduduk Muslim terbesar’s dunia – suatu kebenaran bahwa Aku datang untuk tahu sebagai seorang anak ketika aku mendengar panggilan untuk doa di seluruh Jakarta.
Just as individuals are not defined solely by their faith, Indonesia is defined by more than its Muslim population. Sama seperti individu tidak didefinisikan semata-mata oleh iman mereka, Indonesia didefinisikan oleh lebih dari populasi Muslim. But we also know that relations between the United States and Muslim communities have frayed over many years. Tapi kita juga tahu bahwa hubungan antara Amerika Serikat dan masyarakat Muslim telah terbakar selama bertahun-tahun. As President, I have made it a priority to begin to repair these relations. Sebagai Presiden, saya telah membuat prioritas untuk mulai memperbaiki hubungan ini. As a part of that effort, I went to Cairo last June, and called for a new beginning between the United States and Muslims around the world – one that creates a path for us to move beyond our differences. Sebagai bagian dari upaya itu, saya pergi ke Kairo Juni lalu, dan menyerukan untuk sebuah awal baru antara Amerika Serikat dan umat Islam di seluruh dunia – satu yang membuat jalan bagi kita untuk bergerak melampaui perbedaan-perbedaan kita.
I said then, and I will repeat now, that no single speech can eradicate years of mistrust. Aku berkata itu, dan aku akan mengulangi sekarang, bahwa tidak ada satu pidato bisa membasmi tahun ketidakpercayaan. But I believed then, and I believe today, that we have a choice. Tapi aku percaya itu, dan saya percaya hari ini, bahwa kita punya pilihan. We can choose to be defined by our differences, and give in to a future of suspicion and mistrust. Kita bisa memilih untuk didefinisikan oleh perbedaan kami, dan menyerah pada masa depan kecurigaan dan ketidakpercayaan. Or we can choose to do the hard work of forging common ground, and commit ourselves to the steady pursuit of progress. Atau kita dapat memilih untuk melakukan kerja keras menempa tanah umum, dan berkomitmen untuk terus mengejar kemajuan. And I can promise you – no matter what setbacks may come, the United States is committed to human progress. Dan saya bisa menjanjikan Anda – tidak peduli apa kemunduran mungkin datang, Amerika Serikat berkomitmen untuk kemajuan manusia. That is who we are. Itulah siapa kita. That is what we have done. Itulah yang telah kita lakukan. That is what we will do. Itulah yang akan kita lakukan.
We know well the issues that have caused tensions for many years – issues that I addressed in Cairo. In the 17 months that have passed we have made some progress, but much more work remains to be done. Kami mengetahui masalah yang telah menyebabkan ketegangan selama bertahun-tahun – masalah yang saya dibahas di Kairo dilakukan. Dalam 17 bulan yang telah berlalu kami memiliki beberapa kemajuan, jauh lebih tetapi pekerjaan yang masih harus.
Innocent civilians in America, Indonesia, and across the world are still targeted by violent extremists. I have made it clear that America is not, and never will be, at war with Islam. Innocent sipil di Amerika, Indonesia, dan di seluruh dunia masih ditargetkan oleh ekstrimis kekerasan,. saya telah menyatakan dengan jelas bahwa Amerika tidak dan tidak akan pernah berperang dengan Islam. Instead, all of us must defeat al Qaeda and its affiliates, who have no claim to be leaders of any religion – certainly not a great, world religion like Islam. Sebaliknya, kita semua harus mengalahkan al Qaeda dan afiliasinya, yang tidak mengklaim menjadi pemimpin agama apapun – tentu bukan, besar dunia seperti agama Islam. But those who want to build must not cede ground to terrorists who seek to destroy. Tetapi mereka yang ingin membangun tidak boleh menyerahkan tanah untuk teroris yang berusaha untuk menghancurkan. This is not a task for America alone. Ini bukan tugas untuk Amerika saja. Indeed, here in Indonesia, you have made progress in rooting out terrorists and combating violent extremism. Memang, di sini di Indonesia, anda telah membuat kemajuan dalam membasmi teroris dan memerangi ekstrimisme keras.
In Afghanistan, we continue to work with a coalition of nations to build the capacity of the Afghan government to secure its future. Di Afghanistan, kami terus bekerja dengan koalisi negara-negara untuk membangun kapasitas pemerintah Afghanistan untuk mengamankan masa depan. Our shared interest is in building peace in a war-torn land – a peace that provides no safe-haven for violent extremists, and that provides hope for the Afghan people. berbagi minat kami dalam membangun perdamaian di sebuah-robek tanah perang – damai yang tidak menyediakan surga-aman bagi ekstremis kekerasan, dan yang memberikan harapan bagi orang-orang Afghanistan.
Meanwhile, we have made progress on one of our core commitments – our effort to end the war in Iraq. 100,000 American troops have left Iraq. Sementara itu, kami telah membuat kemajuan pada salah satu komitmen utama kami – upaya kami untuk mengakhiri perang di Irak Irak. Amerika 100.000 pasukan telah meninggalkan. Iraqis have taken full responsibility for their security. Irak telah mengambil tanggung jawab penuh atas keamanan mereka. And we will continue to support Iraq as it forms an inclusive government and we bring all of our troops home. Dan kami akan terus mendukung Irak seperti yang membentuk pemerintahan inklusif dan kami membawa semua tentara kami.
In the Middle East, we have faced false starts and setbacks, but we have been persistent in our pursuit of peace. Di Timur Tengah, kita telah menghadapi mulai palsu dan kemunduran, tapi kami telah terus-menerus dalam mengejar kita damai. Israelis and Palestinians restarted direct talks, but enormous obstacles remain. Israel dan Palestina memulai kembali pembicaraan langsung, tetapi tetap hambatan besar. There should be no illusions that peace and security will come easy. Seharusnya tidak ada ilusi bahwa perdamaian dan keamanan akan datang dengan mudah. But let there be no doubt: we will spare no effort in working for the outcome that is just, and that is in the interest of all the parties involved: two states, Israel and Palestine, living side by side in peace and security. Tapi mari ada keraguan: kita akan mengampuni tidak ada upaya dalam bekerja untuk hasil yang adil, dan itu adalah demi kepentingan semua pihak yang terlibat: dua negara, Israel dan Palestina, hidup berdampingan dalam damai dan keamanan.
The stakes are high in resolving these issues, and the others I have spoken about today. Taruhannya tinggi dalam menyelesaikan masalah ini, dan yang lainnya saya telah berbicara tentang hari ini. For our world has grown smaller and while those forces that connect us have unleashed opportunity, they also empower those who seek to derail progress. Untuk dunia kita telah tumbuh lebih kecil dan sedangkan kekuatan yang menghubungkan kita telah melepaskan kesempatan, mereka juga memberdayakan orang-orang yang berusaha untuk menggelincirkan kemajuan. One bomb in a marketplace can obliterate the bustle of daily commerce. Satu bom di pasar bisa melenyapkan hiruk pikuk perdagangan harian. One whispered rumor can obscure the truth, and set off violence between communities that once lived in peace. Satu rumor berbisik dapat mengaburkan kebenaran, dan set off kekerasan antara masyarakat yang pernah tinggal dalam damai. In an age of rapid change and colliding cultures, what we share as human beings can be lost. Di zaman yang cepat dan perubahan budaya bertabrakan, apa yang kita miliki sebagai umat manusia bisa hilang.
But I believe that the history of both America and Indonesia gives us hope. Tapi saya percaya bahwa sejarah baik Amerika dan Indonesia memberi kita harapan. It’s a story written into our national mottos. Ini adalah cerita yang ditulis ke dalam motto nasional kita. E pluribus unum – out of many, one. E Pluribus Unum – keluar banyak, satu. Bhinneka Tunggal Ika – unity in diversity. Bhinneka Tunggal Ika – kesatuan dalam keragaman. We are two nations, which have travelled different paths. Kami adalah dua bangsa, yang memiliki bepergian jalan yang berbeda. Yet our nations show that hundreds of millions who hold different beliefs can be united in freedom under one flag. Namun bangsa kita menunjukkan bahwa ratusan juta yang memiliki keyakinan berbeda dapat bersatu dalam kebebasan di bawah satu bendera. And we are now building on that shared humanity – through the young people who will study in each other’s schools; through the entrepreneurs forging ties that can lead to prosperity; and through our embrace of fundamental democratic values and human aspirations.. Dan kita sekarang membangun bahwa kemanusiaan bersama – melalui orang-orang muda yang akan belajar di sekolah lain masing-masing, melalui pengusaha penempaan hubungan yang dapat menyebabkan kesejahteraan, dan melalui kami merangkul nilai-nilai demokrasi yang mendasar dan aspirasi manusia ..
Earlier today, I visited the Istiqlal mosque – a place of worship that was still under construction when I lived in Jakarta. Sebelumnya hari ini, saya mengunjungi masjid Istiqlal – tempat ibadah yang masih dalam pembangunan ketika saya tinggal di Jakarta. I admired its soaring minaret, imposing dome, and welcoming space. Aku mengagumi melonjak menara nya, mengesankan kubah, dan ramah ruang. But its name and history also speak to what makes Indonesia great. Tapi nama dan sejarah juga berbicara dengan apa yang membuat Indonesia hebat. Istiqlal means independence, and its construction was in part a testament to the nation’s struggle for freedom. Istiqlal berarti kemerdekaan, dan konstruksi yang berada di bagian bukti bangsa perjuangan untuk kebebasan. Moreover, this house of worship for many thousands of Muslims was designed by a Christian architect. Selain itu, rumah ibadah bagi ribuan Muslim dirancang oleh arsitek Kristen.
Such is Indonesia’s spirit. Such is the message of Indonesia’s inclusive philosophy, Pancasila. Across an archipelago that contains some of God’s most beautiful creations, islands rising above an ocean named for peace, people choose to worship God as they please. Tersebut’s roh Indonesia.. Demikianlah pesan itu termasuk Indonesia filsafat, Pancasila Di negara kepulauan yang berisi beberapa yang paling indah ciptaan Tuhan, pulau naik di atas samudra bernama untuk perdamaian, orang memilih untuk menyembah Allah sesuka mereka. Islam flourishes, but so do other faiths. Islam berkembang, tetapi begitu juga agama lain. Development is strengthened by an emerging democracy. Pembangunan diperkuat oleh demokrasi muncul. Ancient traditions endure, even as a rising power is on the move. tradisi kuno bertahan, bahkan sebagai meningkatnya daya adalah bergerak.
That is not to say that Indonesia is without imperfections. Itu tidak berarti bahwa Indonesia adalah tanpa ketidaksempurnaan. No country is. Tidak ada negara. But here can be found the ability to bridge divides of race and region and religion – that ability to see yourself in all individuals. Tapi di sini dapat ditemukan kemampuan untuk menjembatani membagi ras dan wilayah dan agama – bahwa kemampuan untuk melihat diri Anda dalam semua individu. As a child of a different race coming from a distant country, I found this spirit in the greeting that I received upon moving here: Selamat Datang. Sebagai anak dari ras yang berbeda yang datang dari negeri yang jauh, aku menemukan semangat dalam sambutannya yang saya terima pada saat pindah ke sini: Selamat Datang. As a Christian visiting a mosque on this visit, I found it in the words of a leader who was asked about my visit and said, “Muslims are also allowed in churches. Sebagai seorang Kristen mengunjungi sebuah masjid pada kunjungan kali ini, saya menemukan itu dalam kata-kata seorang pemimpin yang bertanya tentang kunjungan saya dan berkata, “Muslim juga diperbolehkan dalam gereja. We are all God’s followers.” Kita adalah pengikut Tuhan semua. “
That spark of the divine lies within each of us. Itu percikan ilahi terletak di dalam kita masing-masing. We cannot give in to doubt or cynicism or despair. The stories of Indonesia and America tell us that history is on the side of human progress; that unity is more powerful than division; and that the people of this world can live together in peace. Kita tidak bisa menyerah pada keraguan atau sinis atau putus asa;. Kisah Indonesia dan Amerika mengatakan kepada kita bahwa sejarah ada di sisi manusia kemajuan persatuan yang lebih kuat dari divisi, dan bahwa orang di dunia ini dapat hidup bersama dalam damai. May our two nations work together, with faith and determination, to share these truths with all mankind. Semoga kedua negara kita bekerja sama, dengan iman dan tekad, untuk berbagi kebenaran dengan seluruh umat manusia.
sumber:

Tanggapan :
Tanggapan saya terhadap kedatangan Obama Presiden Amerika Serikat ke Indonesia merupakan suatu langkah kerja sama yang akan menjadi baik kalau rencana atau kerja sama ini menguntungkan Indonesia. Dan tentunya kerja sama dan janji Obama (seperti yang ia ungkapkan dalam pidatonya) dapat diwujudkan dan membuat Indonesia menjadi negara yang lebih maju. Tetapi kita sebagai warga negara jangan terlalu banyak mengharapkan Obama. Mengingat langkah-langkah Obama sebelumya tentang sikapnya terhadap Negara Islam, yang membuat banyak orang yang kecewa. Maka dari itu, sebaiknya kita bersikap biasa saja, menghormati dan menghargainya sebagai tamu.